Keadaan Umum


 
1. Gambaran Umum
Desa Ringintunggal di dalam gambaran umum berisi pemaparan tentang kondisi kekinian yang mendeskripsikan berbagai potensi dan data tentang kependudukan, geografis, dan morfologis desa. Data-data yang disusun diambil dari semua data yang tersedia dan bisa didapatkan. Selain menggunakan data-data yang ada, gambaran umum desa diperkaya dengan data-data yang didapat dari hasil pendataan RT, wawancara dengan para tokoh masyarakat maupun pengamatan secara langsung merupakan bagian dari tahapan kegiatan pemutahiran profil desa yang menjadi bahan pembahasan pada saat Musrenbang RPJMDesa.
Data yang dipakai untuk menggambarkan situasi atau keadaan kependudukan misalkan, dalam gambaran umum memakai data hasil pendataan RT yang telah dilakukan oleh para ketua RT di Padukuhan Ringintunggal I dan Padukuhan Ringintunggal II. Hasil data kependudukan ini memunculkan perbedaan dengan data yang ada di pemerintah desa. Hal tersebut dapat dipahami karena data kependudukan maupun monografi desa relatif jarang untuk dilakukan up date data secara rutin, sehingga pada saat assesmen dalam kegiatan pemutahiran data kependudukan di tingkat RT data yang diperoleh dilakukan verifikasi untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan input data.
Beberapa faktor penyebab selisih jumlah data kependudukan, karena ada beberapa warga yang tidak berdomisili di desa namun masih tercatat sebagai penduduk desa. Hal itu disebabkan karena warga yang bersangkutan sedang bekerja keluar desanya.

2. Letak Geografi
Secara administrasi Desa Ringintunggal terletak di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Wilayah Desa Ringintunggal secara administratif berbatasan dengan wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Cengungklung Kecamatan Gayam, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Gayam Kecamatan Gayam. Di sisi barat berbatasan dengan Desa Begadon Kecamatan Gayam, sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan Desa Katur Kecamatan Gayam.
Berdasarkan data profil desa tahun 2015 maka diperoleh data komposisi peruntukan lahan sebagai berikut :
Tabel 1.1
NO
Kualifikasi
Keterangan  (Ha)
1
Luas Pemukiman
13,50
2
Luas Persawahan
173,00
3
Luas Perkebunan
0,00
4
Luas Kuburan
0,48
5
Luas Pekarangan
9,36
6
Luas Taman
0,00
7
Perkantoran
0,33
8
Luas Prasarana Umum Lainnya
4,98
Kondisi  areal persawahan di Desa Ringintunggal adalah terdiri dari sawah setengah irigasi dan sawah tadah hujan dan terdapat 47,5 ha tegalan. Sehingga desa Ringintunggal perputaran musim tanamnya sedikit lebih lambat dibandingkan desa-desa yang lain, karena problem masalah air. Adapun kondisi irigasi persawahan adalah sebagaimana tergambar dalam grafik berikut:

Penggunaan tanah di desa bagi fasilitas umum digunakan adalah sebagaimna tercermin dalam tabel berikut :
Tabel 1.3

NO
Kualifikasi
Keterangan  (Ha)
1
Kas Desa


a. Tanah Bengkok
25,250

b. Tanah Titi Soro
0

c. Sawah Desa
2,250
2
Sarana Olahraga


 a. Lapangan Sepak Bola
1,213

 b. Lapangan Bola Volley dan Basket
0,010

 c. Lapangan Golf
0,000

Total
1,223
3
Perkantoran Pemerintah
0,327
4
Ruangan Public/Taman Kota
0,000
5
Tempat Pemakaman Desa/Umum
0,480
6
Tempat Pembuangan Sampah Akhir
0,000
7
Bangunan Sekolah
0,210
8
Pertokoan
0,042
9
Fasilitas Pasar
0,000
10
Tanah Untuk Terminal
0,000
11
Tanah untuk Jalan
3,028
12
Daerah Tangkapan Air
0,000
13
Luas Usaha Perikanan
0,000
14
SUTET
0,000

TOTAL LUAS
32,810
 
Orbitas Desa Ringintunggal mempunyai posisi jarak ke ibu kecamatan 4 km, lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan 10 menit dan didukung keberadaan kendaraan bermotor, jarak ke ibu kota kabupaten 24,36 km, lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten 0,75 jam juga didukung keberadaan kendaraan umum, jarak ke ibu kota propinsi 156,88 km dengan lama jarak tempuh 3,5 jam dan didukung keberadaan kendaraan umum yang rutin dan berjumlah banyak.
3.  Kondisi dan Ciri Geologis Wilayah
Secara umum iklim di Desa Ringintunggal dengan curah hujan 2,450 mm/tahun, jumlah bulan hujan rata rata 5 bulan/tahun, suhu rata rata harian 24oC, tinggi tempat dari permukaan laut 15 s.d 25 mdl. Adapun jenis dan kesuburan tanah sebagian besar berwarna hitam dengan tekstur tanah lempung dimana tingkat kemiringannya 0 s.d.10 derajat. Topografi Desa Ringintunggal termasuk desa dataran rendah dengan luas 174,62 ha.
Wilayah Desa Ringintunggal secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan pertanian non irigasi teknis  yang cocok untuk tanaman jagung seluas 198,64 ha dengan produksi 1.191.81 ton/ha, dan kacang kedelai seluas 80,36 ha dengan produksi 144.64 ton/ha, padi sawah seluas 198,64 ha dengan produksi 1.191.81 ton/ha, buah mangga dengan luas 0,96 ha dengan produksi 4.82 ton/ha, pisang seluas 0,23 ha dengan produksi 0,49 ton/ha.
4.  Sejarah Desa
5. Struktur Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Struktur kepemimpinan Desa Ringintunggal tidak dapat lepas dari struktur adminis­tratif pemerintahan Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur. Jumlah aparatus pemerintah Desa Ringintunggal ada 9 orang, yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan Pemerintahan, Kepala Urusan Pembangunan, Kepala Urusan Keuangan, Kepala Urusan Kesejahteraan, Kepala Urusan Umum dan dua orang Kepala Dusun dibantu empat Ketua RW dan sepuluh Ketua RT.

Nama Pejabat Wilayah Administrasi Pemerintah
Desa Ringintunggal Tahun 2016
No.
Jabatan
Nama


1
Kepala Desa
Pandil

2
Sekretaris Desa
Siti Istiqomah

3
Kasi Pemerintahan
Sri Handayani

4
Kasi Kesejahteraan
Kurdi

5
Kasi Pelayanan
Abdul Hakim

6
Kaur Umum & Perencanaan
M. Suparno

7
Kaur Keuangan
Yaji

8
Kepala Dusun I
Moch. Lasirin

9
Kepala Dusun II
Abdul Malik


Nama Badan Permusyawaratan Desa Ringintunggal
No.
Jabatan
Nama


1
Ketua

2
Wakil Ketua
Ahmad Iksan

3
Sekretaris

4
Anggota
Cipto

5
Anggota


 Nama-nama Ketua RT  Desa Ringintunggal
No.
Jabatan
Nama


1
Ketua Rukun Warga 1

2
Ketua Rukun Warga 2
Nur Shodikun

3
Ketua Rukun Warga 3


4
Ketua Rukun Warga 4
Rokhmad

5
Ketua Rukun Tetangga 1
Juki

6
Ketua Rukun Tetangga 2
Yusuf

7
Ketua Rukun Tetangga 3
Kartikasari

8
Ketua Rukun Tetangga 4

9
Ketua Rukun Tetangga 5

10
Ketua Rukun Tetangga 6
Siti Fathonah

11
Ketua Rukun Tetangga 7

12
Ketua Rukun Tetangga 8
Moh Sho'im

13
Ketua Rukun Tetangga 9
H. Sarimun

14
Ketua Rukun Tetangga 10
Ngari


6.  Demografis/Kependudukan

7.  Dinamika Politik Desa
Seiring dengan perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Sistem pemilihan Kepala Desa sudah diterapkan melalui sistem pemilihan langsung sebagaimana amanat di dalam Perda dan Peraturan Pemerintah. Partai politik besar memiliki anak cabang di desa namun perannya tidak menonjol kecuali pada saat berlangsung pemilu legislatif maupun presiden.
Konflik antar warga karena faktor isu SARA maupun politik sama sekali tidak menonjol, setiap ada konflik horizontal peran perangkat desa maupun tokoh masyarakat mampu meredam dan membuat suasana menjadi kondusif.
Berdasarkan deskripsi dari beberapa fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Desa Ringintunggal mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal.

8. Aspek-aspek sosial-budaya
Prespektif Budaya Masyarakat di Desa Ringintunggal masih sangat kental dengan budaya Jawa. Hal dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Bojonegoro masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan jawa yang berkiblat pada mataram (Solo - Jogjakarta).
Tradisi budaya jawa sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum agam Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada di masyarakat, terutama Islam yang dipeluk mayoritas masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan merti desa, Tahun Baru Hijrah, sejak jaman Sultan Agung menciptakan kalender Islam/Jawa, tahun baru hijrah dimaknai sebagai tahun baru Suro atau yang dikenal Suroan.
Nama diambil dari bulan As syuro dalam kalender Hijrah/Islam. Dalam Cara memperingatinyapun bercampur antara doa-doa agama islam dan laku-laku, tindakan-tindakan yang biasa dijalankan dalam tradisi masyarakat jawa atau Kejawen. Contoh yang lain adalah Nyadran -tradisi tahunan yang dilakukan menjelang bulan puasa/Ramadhan untuk menengok dan membersihkan makam orang tua maupun kerabat dan leluhur, kegiatan dikombinasikan dengan doa untuk yang sudah meninggal; Mauludan - berasal dad kata Milad (bhs. arab) artinya kelahiran Nabi Muhammad SAW. Secara individual didalam keluarga masyarakat Ringintunggal, tradisi jawa lama dipadu dengan agama terutama Islam, juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai bagian cara untuk bersosialisasi dan berintraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur dilakukan dengan mengundang tetangga dan kenalan yang disebut Slametan. Slametan biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh hari keluarga yang ditinggal mati, yang disebut Tahlilan. Selanjutnya hari keseratus dari tanggal kematian yang disebut Slametan Nyatus, berikutnya hari kesetahun, berikutnya hari ke tiga tahun yang disebut Slametan Nyewu. Perhitungan tanggal kegiatan dilakukan dengan menggunakan tanggalan jawa. Bersyukur kepada tuhan karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat Ringintunggal juga masih berjalan, disebut Mithoni ketika usia kandungan ibu menginjak usia tujuh bulan.
Namun yang paling populer di wilayah Padukuhan di Desa Ringintunggal, khususnya di masing-masing dusun adalah adat tradisi merti desa (bersih desa/sedekah bumi) secara bersama-sama oleh seluruh warga masyarakat di Padukuhanan masing-masing. Kegiatan adalah salah satu kegiatan bersama yang dilakukan untuk menghormati para leluhur yang merintis tumbuhnya Padukuhan atau desa sekaligus untuk gotong royong membersihkan desa. Oleh karena itu kegiatan ini biasanya disebut Merti Desa atau Bersih Desa. Dan pada saat itu pula kesenian tradisional mendapatkan porsi dominan untuk diapresiasi di dalam pertunjukan. Kesenian tradisional yang masih sering diselenggarakan warga desa antara lain kerawitan, wayang tengul, dan wayang kulit, maupun Langen Tayub.                  

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Mas Chur | Ringintunggal
Copyright © 2012. Desa Ringintunggal Kec. Gayam Kab. Bojonegoro - All Reserved
Sekretariat : Jl. Raya Gayam KM.4 Desa Ringintunggal
Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro - 62145