Akibat kurangnya logistik untuk pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) antrean di Samsat Bojonegoro untuk kepegurusan kedua surat berharga itu mencapai 11.000 kendaraan.
Sebab, hingga saat ini logistik yang ada baru plat nomor, meski baru tersedia untuk 2.000 kendaraan. Sementara, di sisi lain jumlah kendaraan baru setiap harinya terhitung 200 kendaraan baik roda dua maupun roda empat.


